UNJUK RASA MAHASISWA PALOPO PERINGATAN HARI KORUPSI

Sejumlah mahasiswa dari berbagai lembaga luar kampus menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Palopo menuntut penuntasan sejumlah kasus korupsi yang sudah lama ditangani di Kejaksaan Negeri Kota Palopo.
Aliansi yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Mahasiswa Palopo (Gempa) ini, diketahui berasal dari Organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu (IPMAL), Ham Lutim, LMND, HMI-MPO, PMII dan IMM, PMKRI, GMKI, BEM STIEM, BEM STIKIP Muhammadiyah, HAM BASTEM, dan HMRI.
Beberapa kasus yang dituntut mahasiswa adalah kasus dugaan korupsi mantan ketua KPUD Palopo.
Kasus lain yang disorot oleh aliansi gempa adalah kasus dugaan korupsi pengadaan pipa teluwanua. 
Kasus ini mencuat di tahun 2016.
Sedangkan kasus jalan lingkar barat yang juga disorot mahasiswa, saat ini sudah mulai disidangkan.

Selain unjukrasa di Kantor Kejari, Massa aksi juga melakukan orasi di melakukan demonstari di depan Mapolres dan kejaksaan Negeri Kota Palopo, Senin (10/12/18).
Dalam orasinya, demonstran juga meminta kepada Mabes Polri dan Kejagung RI untuk segera mengevaluasi kinerja para pejabatnya yang ada di Kota Palopo. 
Itu karena dinilai banyak kasus yang mengendap pada proses penyelidikan, khususnya di Kejari Palopo.
”Evaluasi pihak kejaksaan negeri dan kepolisian palopo, karena banyak kasus yang diduga mengendap di kejari dan polres Palopo,” ungkap salah seorang demonstran
dalam orasinya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kejari Palopo Greafik Loserte menyebutkan, pihaknya saat ini hanya menangani dua kasus dugaan korupsi. 
Yang pertama adalah dugaan korupsi dana hibah masjid agung, dan kasus dugaan korupsi mantan Ketua KPUD Kota Palopo.
”Kami juga telah memberikan petunjuk penyidikan untuk mantan Ketua KPUD Palopo di Polres Kota Palopo. 
Tapisyarat formil dan materilnya belum terpenuhi, makanya kami belum bisa tersangkakan,” kata Greafik.
Disqus Comments